Milenial Kapur IX Lakukan Tongkrongan Tidak Biasa.

Muaro Paiti (Sabtu, 19/06/21), Sore ini sekelompok anak Nagari Kapur IX , mengadakan diskusi santai sambil nongkrong di kedai (isi mua ).  Diskusi ini secara tidak sengaja juga diikuti oleh Walinagari Muaro Paiti yang kebetulan juga nongkrong di tempat yang sama. Walau sabtu adalah akhir pekan yang ditunggu anak muda, namun anak muda ini justru menjadikan hari libur untuk berdiskusi. 

Diskusi sore ini diinisiasi oleh salah seorang anak nagari yang akan mengikuti FGD minggu depan bersama Deputi Kementrian dan OPD Tingkat I dan II fokus membahas masalah Gambir. Kita ingin di FGD nanti menyampaikan problematika gambir dari Kecamatan Kapur IX ini, dan menyampaikan saran/rekomendasi kepada pengambil kebijakan yang hadir didiskusi nanti , sehingga butuh diskusi mendalam dengan para anak nagari, patani juga pemerintah nagari, ujar salah seorang peserta diskusi yang akan ikut FGD nanti. 

Walinagari Muaro Paiti, yang akrab di panggil Pak Marsis, menyampaikan banyak permasalahan baik ditingkat petani, pengolahan, produksi, maupun pemasaran. "Masalah ini adalah masalah turun temurun dari dulunya yang belum menemui solusi",  ujarnya membuka diskusi. 
Adapun beberapa usulan yang diharapkan diantaranya  adalah petani diharapkan bisa menghasilkan produk turunan yang nantinya menjadi icon nagari/kecamatan seperti teh gambir. "Memang teh gambir sudah banyak diproduksi, namun di Kapur IX belum kita temukan padahal orang luar memproduksi teh gambir dan bahan bakunya didapat dari daerah kita" ujar salah satu peserta diskusi. 

Selanjutnya Walinagari juga berharap konflik pemasaran ini bisa diatasi, dengan harapan petani punya nilai tawar dan bisa menentukan harga, karena selama ini gambir milik petani tapi harga ditentukan oleh pasar, dan hal ini sangat menyengsarakan masyarakat.

Jika kita bisa melakukan terobasan² lain, tentu kita akan dilirik oleh pemda maupun pemprov nantinya dan peluang untuk berinovasi menghasilkan produk lainnya terbuka lebar. Hal ini tentu akan membuka peluang bagi anak nagari untuk berinovasi memaksimalkan potensi SDA yang ada di daerahnya, dan tidak hanya fokus mencari kerja ke luar daerah. 

Peserta diskusi berharap, juga setiap nagari bisa memaksimalkan fungsi BumNag sebagaimana amanat UU Desa.

*penulis (YM)

Belum ada Komentar untuk "Milenial Kapur IX Lakukan Tongkrongan Tidak Biasa."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel