Rabu, 08 Maret 2017

Beberapa Kawasan di Kapur IX Masih Terisolir

Kepala Dinas PU Limapuluh Kota Yunire Yunirman yang Selasa (7/3) kemarin berada di Kapur IX melaporkan, dari data sementara, pihaknya mencatat ada 40-an titik longsor yang menyebabkan akses jalan tersumbat dan sejumlah kampung terisolir.
“Paling parah itu, di ruas jalan Galugua ada 4 titik longsor dan jalan terban, serta di ruas Lubuak Alai-Koto Lamo yang jumlahnya 17 titik. Dari jalan ini, tepatnya di KM 6 dan 7, itu terparah. Material longsor ada ribuan kubik,” kata Yunire Yunirman.
Untuk membersihkan material longsor dan menimbun badan jalan yang terban di beberapa nagari di Kapur IX, kemarin Dinas PU sudah mengirim 3 unit alat berat. “Untuk loader dan ekskavator sedang, itu kita kerahkan membersihkan material longsor Lubuak Alai-Koto Lamo,” sambungnya.
Sementara itu, satu unit alat berat lagi jenis ekskavator mini, ditempatkan di Kampung Baru. “Diperkirakan pukul 19.00 WIB malam ini (tadi malam,-red), alat berat kita akan tiba dua unit lagi dan paginya, langsung bekerja,” jelas Yunire.
Bupati Irfendi dan Komandan Satuan Tugas Tanggap Darurat AKBP Bagus Suropratomo menyebut, laporan anggota Polsek Kapur IX dan informasi dari relawan mahasiswa Unand yang turun ke nagari-nagari terisolir kemarin, juga menunjukan data, ada 40 sampai 50-an titik longsor menyumbat badan jalan.
“Hitungan kita, ada 7 nagari terkena dampak banjir dan longsor di Kapur IX. Yakni Muaro paiti, Durian Tinggi, Galugua, Sialang, Koto lamo, Lubuak Alai dan Koto Tangah,” kata Bagus, di posko tanggap darurat, eks kantor bupati, tadi malam.
Dari seluruh nagari itu, ada ribuan keluarga yang rumahnya terkena dampak banjir. “Di Durian Tinggi, 5 rumah penduduk juga tertimbun longsor dan kondisinya, sudah tidak layak huni lagi,” sambungnya.
Kemudian, terjadinya abrasi sungai batang kapur dan pondasi jembatan gantung. Bencana ini, tidak hanya disebabkan luapan Sungai Batang Maek. Tapi batang kampar, batang mangan dan batang paiti.
Untuk mensuplai bantuan banjir dan longsor ke nagari-nagari di Kapur IX, BNPB dan Basarnas menambah helikopternya. Heli itu diperkirakan tiba Rabu (8/3).
“Tadi kami dapat info dari pihak Basarnas, (heli) akan tiba satu lagi. Karena medan yang berat, kita tidak menemukan landasan di lokasi. Bisa jadi juga, heli yang akan tiba itu, mengganti yang sekarang,” demikian Bupati Irfendi terpisah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar