Jumat, 23 Desember 2016

“CITA-CITA TERHALANG KETIDAKMAMPUAN ORANG TUA”

Yeka; Siswi Kelas IX SMPN 4 Kec. Kapur IX


Galugua, Kapur IX - Nama lengkapnya YEKA, lahir di Galugua 30 September 2001, dia tercatat aktif sebagai siswi Kelas IX SMPN 4 Kec. Kapur IX Tahun Pelajaran 2016/2017 yang artinya tidak lama lagi dia akan menamatkan bangku SMP nya. Dia tergolong anak yang cerdas, semenjak sekolah di SMP ini dikelas VII dampai sekarang Kelas IX, dia selalu mendapatkan peringkat dikelasnya, bahkan sempat juga meraih Juara Umum. Namun yang sangat-sangat disayangkan, setelah lulus dari SMP ini, dia tidak akan sekolah lagi, dikarenakan ketidakmampuan orang tuanya untuk menyekolahkannya (masalah biaya). Ya, itu didapat berdasarkan pengakuan dia sendiri, menjelang Ujian Akhir Semester I TP. 2016/2017 kemaren, seorang Guru sempat bertanya kepada beliau, jika Yeka lulus SMP nanti, apakah Yeka akan melanjutkan sekolah..?! diapun menjawab dengan bahasa khasnya “ndauk ghak do pak, ndauk lai biaya do pak” (mungkin nggak pak, nggak ada biaya pak), sang guru pun balik bertanya, jika ada yang mau menyekolahkan Yeka bagaimana, apakah Yeka mau sekolah?!, lai pak (mau pak) jawabnya dengan singkat. Anak ke empat dari lima bersaudara ini memang tergolong anak yang cerdas, patuh, rajin dan taat kepada Guru dan Orang tuanya, ini terlihat dari aktifitas beliau yang sering membantu orang tuanya sepulang sekolah, dan sering melewati pekarangan sekolah kalau lagi berjalan bersama orang tuanya. Dari keterangan guru yang asli sekampung dengan beliau, keluarga Yeka ini memang tergolong kedalam keluarga kurang mampu di Jorong Galugua Nagari Galugua, ini juga terbukti dengan adanya Kartu Perlindungan Sosial (KPS) / Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dia miliki dan alhamdulillah berkat Kartu ini beliau sering mendapatkan Beasiswa, pada saat ini adik beliau (Yedri) juga aktif sebagai siswa Kelas VIII SMPN 4 Kec. Kapur IX. Inilah fakta yang ada didaerah kami, sebuah daerah yang berada diujung Kabupaten, ketika “kecerdasan itu ada, namun terkendala oleh biaya”. Miris rasanya melihat anak yang mestinya masih bisa meraih cita-citanya dan masih bisa meraih masa depannya yang cerah, namun terkendala oleh ketidakmampuan orang tua untuk menyekolahkannya, apalagi nanti jika sempat berumah tangga dalam usia yang sangat relatif muda setelah tamat SMP, sunguh sangat-sangat disayangkan. Melalui coretan ini, jika ada Bapk/Ibu, Sdr/i yang ingin menjadi Orang Tua Asuh dari anak kami Yeka, silahkan hubungi kami.
----------
Catatan Akhir Tahun...
Galugua, 7 Desember 2016 (@Rh_abal2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar