Rabu, 20 Mei 2015

Waspadai Beras Sintetis di Sumbar

Meski beras palsu (sintetis) belum masuk ke Sumbar, masyarakat diminta tetap waspada. Selain merugikan, beras tersebut juga membahayakan kesehatan.
Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan adanya penjualan beras sintetis di berbagai pasar di Sumbar. Akan tetapi, pengawasan ke lapangan oleh Badan Urusan Logistik, Dinas Perdagangan dan pihak terkait lainnya, tetap perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya beras sintetis ke pasar-pasar di Sumbar.
“Saat ini beras sintetis belum kita temukan. Tapi, Bulog tetap harus monitoring ke lapangan. Kalau sempat ada beredar di daerah kita, kan rusak juga image kita, padahal kita penghasil beras kualitas bagus,” ungkapnya usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-107 di Halaman Kantor Gu bernur Sumbar, Rabu (20/5).
Menurutnya, dengan adanya temuan penjualan beras sintetis di Bantar Gebang, Bekasi beberapa hari lalu, pedagang beras di Sumbar juga  harus berhati-hati ketika membeli beras untuk dijual lagi ke masyarakat. Masyarakat pun harus jeli dalam memilih beras, tidak sekadar menimbang harga murah dalam memutuskan untuk membeli, mengingat beras sintetis dari plastik dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi. Masuknya senyawa plastik ke dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ, seperti gangguan hati dan gagal ginjal.
“Plastik itu tidak hancur meskipun sudah dikubur selama puluhan tahun, apalagi kalau dimasukkan ke perut kita, kan bahaya. Pedagang juga harus teliti dan cermat, jangan sekadar mendatangkan beras murah. Pembeli juga harus jeli, meskipun beli ditempat langganan, justru langganan yang bisa tertipu,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar Zaimar mengaku telah melakukan pengawasan ke sejumlah pasar. Hasilnya tidak ditemukan peredaran beras sintetis. Namun Zaimar tetap meminta masyarakat sebagai konsumen agar melaporkan pada Disperindag jika menemukan dugaan beras sintetis.
“Setiap hari tim pemantau harga kita turun ke pasar-pasar. Selain memantau harga mereka juga mengecek tentang beras ini. Kami imbau masyarakat untuk melapor kalau menemukan indikasi beras sintetis, yang salah satu cirinya, berasnya putih bersih dan tidak berbau layaknya beras dan harganya pasti murah dibanding beras sejenis,” pungkasnya. (Sumber : Singgalang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar