Selasa, 05 Mei 2015

MENUJU BA 1 C : Direstui Mertua, Afri Incar Kursi Wabup

Limapuluh Kota, Bergabung dengan Partai Golongan Karya (Golkar) di usia 20 tahun, beberapa tahun silam Afri Yunaldi (39) berjodoh dengan putri de dengkot Golkar Sumbar Alis Marajo, bernama Elmira.
Perjodohan ini, membuat karir Afri meroket di dunia politik. Buktinya, saat Pileg 9 April 2014, Alis Marajo yang juga Bupati Limapuluh Kota periode 2000-2005 dan 2010-2015, mendorong man tunya tersebut untuk ikut berkompetisi.
Ada keyakinan, Alis se ngaja mengorbitkan Afri yang merupakan Wakil Sekretaris DPD Golkar dan Sekretaris AMPG Golkar Sumbar itu, untuk melanjutkan dinasti kepemimpinannya sebagai kepala daerah Limapuluh Kota.
Tidak sia-sia, memilih maju dari dapil Limapuluh Kota I (Payakumbuh-Aka biluru), yang dikenal sebagai lumbung loyalis Alis Marajo, Afri yang merupakan rang sumando Situjuah justru menang besar. Dia dilantik sebagai satu dari enam ang gota DPRD Limapuluh Kota dari Golkar. Afri yang ditanya Singga lang Selasa (5/5), membantah jika mertuanya Alis Marajo, mendirikan di nasti politik di Limapuluh Kota. “Tidak. Papa (Alis Ma rajo,-red) sangat realistis orangnya,” ujar Ke tua Fe derasi Aero Sport Indonesia (FASI) Limapuluh Kota itu, di gedung kantor DPRD Bukik Limau, Sarila mak, Keca matan Harau.
Saking realistisnya menu rut Afri, berkali-kali Alis Marajo berpesan kepadanya, maju atau tidak di Pilkada, tergantung hasil survei. “Itu pun, saya memilih maju men jadi calon wakil bupati. Bu kan untuk calon bupati,” ujar Sekretaris Persatuan Insi nyur Indonesia (PII) Sumbar ini.
Dia menyebut, untuk maju menjadi calon bupati, bukan lah perkara gampang. “Apa lagi, saya yang asli Pariaman dan lahir serta besar di Pa dang, lalu bermamak dan beristri ke Limapuluh Kota, tentu harus lebih banyak belajar dengan masyarakat di 79 nagari dan 13 kecamat an,” aku lelaki rendah hati itu.
Hanya saja, bagi Afri, Lima puluh Kota bukanlah daerah baru. Jauh hari sebelum dia berjodoh dengan putri Alis Marajo, saat Pilkada 2010-2015, Afri cukup lama berke liling ke pelosok jorong dan nagari, untuk memonitoring suksesi Alis-Asyirwan Yunus atas perintah DPD Golkar Sumbar.
Untuk mengenal Limapu luh Kota lebih dalam, Afri cukup cepat dekat dengan masyarakat. Hanya beberapa kali diajak Alis Marajo blusukan bareng, hingga kini ham pir tiap hari Afri masuk kampung keluar nagari. Dia bertanggung jawab full kepa da konstituennya.
Disinggung soal dualisme kepengurusan Golkar yang bisa jadi membuat partai berlogo pohon beringin rin dang tersebut gagal meng usung Cabup, Afri meyakini, elit partainya di pusat akan segera islah. “Nasionalisme pemangku Golkar itu teruji,” ucap Sekretaris Gapeknas Padang itu.
Afri yang dikenal sebagai kader didikan tokoh Golkar Sumbar seperti Titi Nazif Lubuk, Hendra Irwan Rahim, Yulman Hadi dan Yulfitni Djasiran ini juga bicara, soal hasil Rapimda Golkar Lima puluh Kota yang menempat kan nama Ketua DPD Golkar tingkat II Safarudin Dt Ban daro Rajo sebagai Cabup Golkar.
“Karena masih belum tun tasnya dualisme kepengurus an Golkar, juklak dan juknis penetapan calon bupati be lum turun dari DPP,” ujar dia. Sadar jika Golkar tidak bisa mengusung cabup tunggal, Afri intens berkomunikasi dan menjajaki koalisi dengan beberapa pengurus parpol lainnya.
Dia juga melandasi, maju atau tidak di Pilkada men datang sebagai calon wakil bupati, tergantung amanah partai. “Saya manut atas perintah Golkar,” imbuhnya. Kendati demikian, Afri menye but, sudah menyiapkan be berapa program untuk me lanjutkan pembangunan Li mapuluh Kota ke depan.
“Perlu adanya kelanjutan dan sinergitas pondasi pem bangunan yang sudah dipan cang Alis Marajo-Asyirwan Yunus, di segala bidang,” ucap Afri Yunaldi. Dia kha watir, kelak pondasi pemba ngunan tidak dilanjutkan, maka visi-misi Limapuluh Kota sejahtera serta makmur akan sulit terwujud.
Mulai dari sektor pendi dikan, kesehatan, pemba ngunan, pertanian, perda gangan serta ekonomi kreatif. “Ini perlu terus didorong karena mencakup enam agen da prioritas pembangunan Li mapuluh Kota kini semakin baik,” demikian pe ngidola Akbar Tandjung itu. (Koran Singgalang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar