Kamis, 04 November 2010

Bencana di Padang, dikampung jangan langsung panik

Bencana yang tak pernah kita duga kapan datangnya, na-mun bencana kadang datang di sekitar kita. Itu tidak bisa kita hindarkan. Untuk menyikapi benca-na yang tak menentu datangnya kita perlu persiapan,kita sudah banyak belajar dari pengalaman yang telah berlalu, hampir tiap tahun selu-ruh mahasiswa baru yang kuliah di Kota Padang diuji men-talnya dengan hentakan gempa yang selalu mengguncang Padang.
       Tahun 2007 lalu misalnya, ketika hari balimau, gempa mengguncang kota Padang dengan kekuatan 7,3 SR, dan pagi keesokan harinya kembali diguncang, kepanikan terjadi dikota Padang dan sekitarnya berusaha untuk menghubungi keluarga.
       Tahun 2009 kembali Padang digoncang gempa, ber-pusat di Pariaman dengan kekuatan 7,9 SR. Gempa itu telah merenggut korban lebih dari 1000 orang. Pada gempa 2009 kita harus banyak belajar, terutama bagi mahasiswa Muaro Paiti yang di Padang, dan juga kepada para orang tua mahasiswa tersebut dikampung. Mahasiswa yang biasa berkumpul dengan organisasi pelajar Muaro Paiti (Himape-mupa) secara spontan berkumpul di suatu tempat, dan disa-na saling bertemu untuk mengetahui keadaan satu sama lain, namun ada sebagian yang tidak terlihat berkumpul, itu juga membuat pe-ngurus organisasi tidak bisa menjawab ketika orang tuanya bertanya dari kampung.
        Begitu juga dengan masyarakat di nagari yang pasti tidak tenang dengan berita yang di siarkan di TV mengenai bencana tersebut, pasti ingin sekali menjenguk ke lokasi. Tetapi kita harus lebih bisa menyikapinya. Janganlah kita berbondong bondong pula ke lokasi bencana disaat seperti itu, memang keadaan sangat panik dan ingin tahu nasib keluarga kita.
         Jika terjadi bencana di Padang, pertama yang harus dilakukan orang tua adalah berusaha untuk tenang sambil menunggu info dari Padang. Sebab kami di Padang juga tidak akan tinggal diam, kalau terjadi bencana kami secepat mungkin berusaha memberi kabar ke kampung.
       Kedua,jika sudah dapat info dari Padang, secepatnya juga sebarkan ke orang tua yang lain. Terakhir yang ada-lahSebenarnya yang perlu ditekankan oleh para orang tua dan dunsanak di kampung kepada anaknya yang kuliah di negeri orang, adalah menyuruh anak untuk bergabung de-ngan organisasi mahasiswa, dan sering-seringlah berkumpul dengan urang awak, agar disaat genting seperti bencana datang kita tidak terlalu panik dan bisa bertemu dengan te-man-teman sekampung. Sebaliknya teman lain juga tidak kehilangan kontak dengan kita.
        Sebab dirantau orang, hidup saling komunikasi adalah hal yang penting. Selain tempat mengadu, organisasi juga tempat mengembangkan ilmu yang kita punyai. Dika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar