Minggu, 23 Mei 2010

Di Muaro Paiti Perawat Wajib Promosi

Puskesmas Pelosok Masuk Nominasi
Masuknya nama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muaro Paiti Kecamatan Kapur IX, sekitar 80 km dari Ibu Kabupaten Sarilamak menjadi nominasi enam besar dalam lomba Puskesmas berprestasi tingkat Provinsi Sumatra Barat, membuktikan kalau nagari pinggiran tak selalu miskin dalam kesehatan. Nagari yang berpenduduk 26.648 jiwa itu, juga bukan alam yang ditapaki kesuburan penyakit.
Bayangkan saja, dokter dan tenaga kesehatan yang menggeluti tugas mereka diujung nagari itu berjumlah 35 orang. Luar biasa untuk kelas Puskesmas. “Puskesmas Muaro Paiti  tidak hanya memberikan pelayanan kuratif (bersifat menyembuhkan orang sakit), tetapi lebih banyak bergerak pada program yang bersifat promotif dan preventif (promosi hidup sehat dan pencegahan penyakit),” kata Kepala Puskesmas Muaro Paiti Kecamatan Kapur IX, Fachrurrozi,SKM  pada Singgalang, Sabtu     (22/5) di Payakumbuh.
Ia juga menambahkan, peran serta Puskesmas Muaro Paiti dalam memberdayakan masyarakat agar mam pu hidup sehat, sudah dituangkan semanis mungkin melalui motto Puskesmas “Muaro Paiti Sehat”. Sehingga setiap tenaga kesehatan memberikan pelayanan kepada masyarakat harus melaksanakan (senyum, sapa, sopan, efektif dan efisien, harmonis, aman dan nyaman, serta Taqwa).  Hal inilah, yang membuahkan hasil tingkat Kabupaten Limapuluh Kota menuju nominasi tingkat provinsi tahun 2010.
“Setelah mengikuti penilaian sebanyak 2 tahap. Yakni tahap awal Puskesmas Muaro Paiti melakukan presentasi makalah yang dilaksanakan di Bapelkes Padang, Selasa (11/5) lalu, tenaga kesehatan teladan bidan (Yusriati), tenaga gizi (Era Yanti ), tenaga kesehatan masyarakat (Ardianto). Sehingga Puskesmas Muaro Paiti masuk pada 6 nominansi yang dilanjutkan penilaian lapangan pada hari Rabu (19/5) oleh tim penilai tingkat Provinsi Sumatra Barat yang dipimpin oleh dr. Hj.Machdalena, M.Kes,” ulas Fachrurrozi.
Kedatangan tim penilai provinsi tersebut menurutnya,  disambut meriah oleh lapisan masyarakat. Seperti ninik mamak, bundo kanduang, dan alim ulama, anggota DPRD, camat beserta unsur Muspika, kepala UPT, para kepala Puskesmas dan Nakes se-Kabupaten Limapuluh Kota, pengurus Badan Penyantun Puskesmas (BPP), para kader, dukun beranak serta dokter kecil.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Junaidi. M.Kes yang dihubungi Singgalang, Minggu (23/5) merasa bangga sekali. Menurutnya meskipun Puskesmas Muaro Paiti terletak diujung nagari, namun bisa masuk nominasi enam besar tingkat provinsi,
Komentar Junaidi, bak gayung bersambut saja langsung ditukuk oleh Wakil Bupati Irfendi Arbi. Menurutnya, Puskesmas Muaro Paiti patut menjadi contoh Puskesmas 12 kecamatan lainnya di Limapuluh Kota.  Sebab disana, tenaga medis dan masyarakat benar-benar dekat dan berbaur sekali.
“Seluruh masyarakat miskin tak ada yang dilarang sakit. Pameo iutu harus kita singkirkan. Sekarang juga sudah kita programkan  Program Jaminan Kesehatan Nagari (Jamkesnag) Mandiri. Khusus untuk Puskesmas Muaro Paiti kita berdoa semo ga juara di tingkat Provinsi,” kata Irfendi ketika mengikuti acara senam massal. (Sumber: Harian Singgalang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar