Selasa, 13 April 2010

Rapat Lubuk Larangan, Karang taruna lagi lagi tidak hadir

RAPAT nagari yang diadakan Rabu (17/3) dikantor KAN (Kerapatan Adat Nagari) kembali tidak dihadiri oleh Ka-rang Taruna. Padahal rapat kali ini akan membahas ten-tang kelansungan lubuk larangan Muaro Paiti. Padahal KAN telah mengundang Karang Taruna dan Pengurus Lu-buk Larangan untuk mengevaluasi masalah lubuk lara-ngan ini beberapa hari sebelumnya.
       Ketidak hadiran Karang Taruna membuat rapat ma-lam itu tak dapat memutuskan apapun. Sebab, Karang Taruna merupakan bagian penting dalam pengelolaan lubuk larangan.
       Buletin mencoba menanyakan masalah ini ke ketua karang taruna, Irfan Midedi. Sayangnya setelah beberapa kali dicoba menghubunginya lewat handphonenya ter-nyata tidak aktif-aktif juga.
       Lalu Buletin mencoba menghubungi Wakil Ketua karang taruna,Taiyi Putra, "Memang ketua dan saya tidak hadir, karena ketua lagi bermalam di gambir sedangkan saya lagi kuliah”,ujarnya. Lalu Sekretaris kemana?. “Ka-lau sekretaris tidak ada di kampung saat itu, jadi semua-nya di serahkan ke bendahara,Iyon untuk hadir" ujarnya.
       Hassaruji,Dt.Bandaro selaku ketua KAN Muaro Paiti menolak kalau Iyon hadir sebagai bagian dari Karang Ta-runa, melainkan mewakili ninik mamak. “Keputusan rapat tersebut tidak menghasilkan titik terang tentang lubuk la-rangan, kerena tidak hadirnya pengurus karang taruna”, katanya.
        Sekarang, kita hanya menunggu bagaimana tindak lanjut dari karang taruna, apakah karang taru-na yang mengundang kita rapat atau mereka yang hadir dalam undangan kami”,tutupnya.
         Dilain tempat Rajab Dt Bosa,selaku ke-tua BAMUS mengatakan kalau Karang Taruna memang tidak pernah lagi ikut rapat sejak se-telah lebaran.  "Karang Taruna tidak pernah lagi ikut rapat apapun semenjak setelah leba-ran hingga sekarang, apa alasannya, saya juga tidak tahu” ujarnya kepada Buletin lewat handphonenya.
       Belum lagi selesai masalah kesembrawu-tan PNPM, sekarang datang pula masalah lubuk larangan yang tidak tentu ujung pang-kalnya. Entah apalagi nanti masalah yang akan datang. Wallaahualam. (dika)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar