Selasa, 09 Maret 2010

Proyek Jalan Kp.Dalam - SPI Batal

Muaro Paiti tak dapat PNPM

Masyarakat Muaro Paiti sangat kecewa setelah mengetahui Na-garinya gagal mendapatkan satu dari empat jatah nagari di Kapur Sembilan yang menerima dana PNPM 2010 untuk pembangu-nan nagari yang sedianya akan digunakan nagari Muaro Paiti untuk membangun jalan dan jembatan dari jorong Kampung Dalam menuju jorong Sungai Panjang Indah (SPI).
Dalam rapat PNPM pada hari Kamis (25/2) di kantor UDKP yang beragendakan voting suara terbanyak untuk menentukan jatah pembangunan nagari dari da-na PNPM Mandiri tahun 2010, karena dari tujuh nagari di Kapur Sembilan semuanya lulus pada verifikasi, namun hanya empat yang akan mendapatkan jatah pada tahun ini. Namun sayang-nya pada voting tersebut Muaro Paiti hanya menempati urutan ke enam karena kalah dalam suara. Tak ayal proyek jalan jorong Kampung Dalam menuju Sungai Panjang Indah batal.
Gagalnya Muaro Paiti me-nembus empat besar tentu saja menimbulkan tanda tanya besar. Setelah diselidiki salah satu pe-nyebab kekalahan dalam voting adalah karena tidak hadirnya sa-lah satunya delegasi dari Muaro Paiti, yaitu yang mewakili tokoh masyarakat, Nandi Syukri.
Dari ke enam delegasi dari Muaro Paiti sesuai dengan kepu-tusan bersama di Nagari Muaro Paiti; Wali Nagari (Edarman), Ba-mus (Safril Agus), LPM (Sas-trawandi), 2 tokoh perempuan (Letty dan Samsianir) dan terak-hir tokoh masyarakat (Nandi Syukri), namun nama terakhir itu tidak menampakkan batang hi-dungnya pada rapat tersebut.
Ketidakhadiran Nandi Syukri kembali menimbulkan tanda ta-nya besar, karena seperti diketa-hui beliau merupakan tokoh sen-tral dalam menggagas proyek ja-lan jorong Kampung Dalam me-nuju jorong SPI tersebut.
Saat Buletin mengkonfirma-sikan masalah ini ke pemerinta-han nagari, Wali Nagari menge-lak bertanggungjawab, “Ini tidak ada sangkut-pautnya dengan Wali Nagari,tanya saja pada Nandi Syukri”,jawabnya.
Lain halnya jawaban Sekre-taris Nagari, H.Yurnalis, "Me-mang, salah seorang delegasi nagari Muaro Paiti yaitu Nandi Syukri tidak hadir dalam Musrem-bang, namun alasannya saya ku-rang tahu. Rasanya saya pun telah memberitahu Nandi bahwa siang itu ada rapat PNPM untuk mevoting suara meskipun tidak pakai surat undangn, itu saya beritahu sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Bahkan siangnya saya kem-bali menelpon Nandi, namun dia juga tidak bisa hadir, katanya se-dang mengurus gambir”, Yurnalis juga menambahkan, “Mengenai tidak dapatnya kita PNPM tahun ini, itu tidak masalah karena tahun depan kita yang akan dapat, ujar-nya santai.
Menyangkut hal ini buletin mencoba konfirmasikan langsung ke Nandi Syukri, beliau mengata-kan " Bodoh sekali rasanya, jika saya memang tidak mau hadir pa-da rapat Musrembang dan PNPM tersebut, karena perjuangan saya untuk memperolah pembangunan di Nagari Muaro Paiti telah cukup paanjang, terutama perjuangan untuk membangun jalan beton dari Pasar Usang ke Jorong SPI ini”, ujarnya berapi-api.
Dengan nada tinggi beliau menambahkan, “seluruh warga yang berada di pinggir jalan telah saya minta persetujuan tanahnya dipakai untuk jalan,itu telah mere-ka tandatangani diatas kertas ber-matrai”.
Menyangkut ketidakhadiran-nya beliau menuturkan, ”untuk bi-sa ikut dalam rapat itu, saya telah mencari undangan saya sehari sebelum hari Rapat tersebut, itu-lah usaha agar saya bisa hadir pada rapat tersebut,karena peser-ta dipanggil melalui undangan. Hingga pagi sebelum rapat dimu-lai pun saya telah bersiap-siap dengan pakaian yang rapi untuk mengikuti rapat.”ujarnya.
“Namun berhubung unda-ngan belum juga saya kantongi, saya berinisiatif menuju ke kantor Wali Nagari, saat itu saya mene-mukan Sekretaris Nagari, saat saya tanya mengenai rapat itu, namun Sekretaris Nagari menga-takan bahwa tidak ada undangan untuk saya”,
“Coba saja lihat, tidak ada na-ma kamu dikertas ini!”,ujar Yurna-lis seperti yang ditirukan Nandi.
” Saat itu disaksikan oleh bebera-pa orang perangkat nagari, Ben-dahara Nagari, Kepala Jorong SPI dan Kepala Jorong Kampung Dalam,silahkan tanya mereka”, lanjut Nandi kepada Buletin ini.
“Setelah mendengar kata sekretaris nagari seperti itu, saya tidak bisa lagi berbuat apa-apa.
Saat itulah saya kembali ke ru-mah, dan melanjutkan aktivitas saya. Dan beliau tidak pernah menelpon saya!” tutupnya.
Menyangkut permasalahan ini, Bendahara nagari Desdanil membenarkan kepada Buletin, "memang benar, pagi menjelang rapat dimulai, Nandi datang ke Kator Wali Nagari, dia menanya-kan undangan buat dia, namun saat itu dijawab oleh sekretaris nagari kalau undangan untuk nandi sukri tidak ada. Sedangkan untuk undangan Sastrawandi ma-sih saya temukan di kantor dan belum diantarkan. Namun surat untuk Tokoh Masyarakat (Nandi) tidak saya temukan lagi.
Saat itu saya juga menemu-kan surat undangan Musrembang dari kecamatan yang dibawahnya diketik tambah dengan mesin tik; "Delegasi Muaro Paiti yang Harus Hadir” 1.Wali Nagari (Edarman), 2.Bamus (Safril Agus), 3.Sek Na-gari (H.Yurnalis), 4.LPM (Sastra-wandi), 5. Letty, 6. Samsianir.
Ada apa dengan petinggi Nagari hingga merugikan nagari Muaro Paiti sendiri. Ini masih me-nyisakan tanda tanya besar. (dika)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar